Untuk Pelangi
Ditakdirkan tuk dibenci
Diciptakan tuk dihakimi
Si Fulanah dzhalim
Hidup penuh kekurangan
Cahayanya
kian redup
Pancaran
senyuman itu
Akankah
tercipta kembali?
Ketika
kau menyapa diriku..
Aku adalah titipan
Hingga saatnya tiba
Aku akan kembali padaNya
Akankah kau memintaku tuk kembali?
Adakah
setetes air mata mengiriku
Mengikhlaskan
kepergian ini
Hilang
semua benci, duri dihatimu
Hingga
terlahirlah kembali embun penyejuk hati
Untuk apa membenci?
Dosa ku sudah terlalu banyak
Biarkan benci itu
Menhapus segala dosa-dosa ku
Untaian
jani tak mampu ku ucap
Cukup do’a kan mengubah segalanya
Pelangiku
hilang..
Entah sampai
kapan ku menunggu..
Haruskah Dia
memangilku lebih dulu?
Hingga kau sadar,
bahwa aku menyayangimu..
Komentar
Posting Komentar