Postingan

Ruang Iklan

Menembus Impian

Gambar
Secara tak sadar kita hidup dipimpin oleh mimpi. Kemana melangkah, mengarah, dilandasi oleh oleh mimpi. Semua orang berhak bermimpi. Secuil cerita dariku. Terbawa ku dalam kenangan saat seorang bertanya "apa yang ingin kau lakukan 5 tahun mendatang?" Alamak, semua mimpi mereka berbobot. Bahkan saraf tak mampu menjangkau. Pemimpi besar. And am so I.

Sok Puitis Rindu

Gambar
Alahmdulillah aku telah dipertemukan kembali bulan Ramadhan. Adakah bulan yang lebih indah, lebih mulia, lebih khidmat dari bulan ini? Segala keberkahan dicurahkan oleh Sang Khalik pencipta semesta alam. Tak lepas pendengaranku in tatkala hampir setiap detik tak berhentinya terdengar lantunan ayat suci-Nya di segala penjuru arah. Malam dimana kau tak pernah menemukannya di malam-malam sebelumnya. Diberbagai belahan bumi pun merayakan.

3 Alasan Mengapa Kamu Harus Berbagi di Bulan Suci Ramadhan

Alhamdulillah kita dipertemukan kembali di bulan Ramadhan ya guys.. seprti yang diperintahkan Allah dalam Q.S Al-Baqarah :185 dimana pada bulan ini kita sebagai umat Islam khususnya diwajibkan untuk berpuasa. Berhentilah berpikir bahwa puasa itu hal yang memberatkan ya guys.. karena didalamnya Allah telah memberikan segala kemudahan. Bahkan hal ini diperjelas kembali dalam Q.S Al-Qadr :1-5.  Tahukah kalian, ternyata bulan Ramadha juga memiliki promo khusu loo.. dimana segala bentuk amal ibadah yang kita lakukan di bulan suci ini akan dilipatgandakan oleh-Nya. 1. Membantu bagi yang Membutuhkan Sebagai manusia, adakalanya kita membutuhkan orang lain. Tahukan kalian diluar sana ternyata masih banyak orang yang menganggap bahwa puasa ini merupakan salah satu ujian yang memberatkan. contohnya saja jika dilihat dari aspek ekonomi, untuk  berbuka dan sahur maka dibutuhkan paling sedikit dua jenis lauk dalam sekali makan. belum lagi ketika anak-anak kecil merengek meminta ...

Kuliah Wanita Biasa

Ramadhan kareem. Selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan.. btw, karena ini episode curhat, lebih enak pake bahasa gue elu kali ya :v dikit-dikit lah ta coba. Sesuai dengan judul yang gue taro diatas, ada unek-unek di pikiran gue sebenarnya masalah ni nguli. Kalian tahu Gitasav? Itu loh, vlogger asal Indo yang sekarang lagi lupain di Jerman. Honestly, dia itu salah satu inspirator gue saat ini. Gue suka cara dia bangkit untuk belajar. Sebelas dua belas lah sama gue yang dulunya males begini. Walaupun sekarang masih tetep males juga siiih..  Btw nih, di salah satu episode video yang dia upload, dia cerita kalo pendidikan Jerman dan Indo tuh beda banget. Salah satunya mengenai ujian.  Di jerman, lu ga bisa seenaknya ikut ujian tanpa persiapan matang terlebih dahulu. Minimal, sebelum menghadapi ujian, lu harus belajar 1 atau 2 bulan sebelumnya. Laaah.. buat gue inget aja udah untung kali ya? Okelah di situ gue belajar dan setuju dengan pemikirannya. Akhirnya k...

Ranting Tak Seirama

Kala langkah tak lagi senada Kau dan aku berbeda arah  Melingkar sudah janji manis di jari Justru akulah yang mengingkari Ranting, aku tak hilang Hanya saja bermuara ke batu karang Biarkan arus ini yang membawaku Meski harus menghantam batu Jarak kami begitu dekat Lantas serasa tersekat samudera Bukankah sumpah telah terikat? Luka hati layak di sandera 
Social Teaching  Apalah arti menuntut ilmu jika tak berguna bagi sekitar. Itulah ambisi ku menyeberang ke perguruan tinggi. 2 Mei 2016, saat itu tepat peringatan Hari Pendidikan Nasional yang sering disingkat Hardiknas. Momen yang seharusnya diisi suka cita serta menyambut nya dengan semangat tinggi, justru tragedi berdarah terjadi. Mulai dari pembunuhan seorang dosen di Medan, pembunuhan mahasiswi di Yogyakarta bahan hingga kasus pelecehan seksual antara dosen dan mahasiswi. Sungguh ironis, perjuangan pendidikan yang skandal justru menyumbang pita hitam di hati para pendekar ilmu. Sebagai jiwa kawula muda, bukankah kami yang akan meneruskan perjuangan bangsa ini? Tepat pada Hardiknas, aku di telfon oleh dosen ku yang begitu aku segani. Ibu Dr. Weti  Sebelumya, aku sempat mengutarakan keinginan ku akan mengajar. Jika dipikir-pikir, sulit menang jika harus mengajar di masa semester 1. Hingga akhirnya, beliau memutuskan untuk memberikan ku peluang mengajar di rumahnya k...
Ma'had Story Hari ke-5 di Ma'had Al-Jami'ah Bangun pagi dibangkitkan oleh alarm atau pun ibu memang sudah biasa. Selama empat bulan kedepan, setiap hari pukul 03.00 pagi toa bergemuruh. Ia toa. Semacam corong yang gak begitu besar tapi suaranya naudzubillah. Apalagi ketika corong itu bergema di dalam ma'had pukul tiga pagi. Siapa juga yang bisa tidur dalam kondisi super gaduh? Memang, suara yang dilantunkan adalah ayat-ayat suci Al Qur'an dari seseorang. Meski begitu, yang namanya berisik, tetap saja berisik. Mau tidak mau, 3.30 pagi cuusss pergi mandi. Jangan tanya mandi disana seperti apa, gak jauh berbeda seperti asrama-asrama lainnya. Bisa disebut, ma'had ini serupa asrama pesantren gitu. So, 3.30 pagi ke kamar mandi ya gak ada siapa-siapa. Takut? Mau balik? Jangan dulu! Ini ma'had. So, kalo mau balik kanan, mau ga mau kamu ga akan dapat air nanti. Jangan sampe deh ke kampus ga mandi. Biasanya, musyrifah membangunkan aku dan teman-teman untuk me...