Menembus Impian
Secara tak sadar kita hidup dipimpin oleh
mimpi. Kemana melangkah, mengarah, dilandasi oleh oleh mimpi. Semua orang berhak bermimpi. Secuil cerita
dariku.
Terbawa ku dalam kenangan saat seorang
bertanya "apa yang ingin kau lakukan 5 tahun mendatang?" Alamak,
semua mimpi mereka berbobot. Bahkan saraf tak mampu menjangkau. Pemimpi besar.
And am so I.
Aku cuma bilang, "aku mau bangun rumah impian, taman siswa, rumah
singgah,dan magister" Luar biasa anak manusia ini. Tak punya modal apa-apa
namun kepingin banyak.
Akhirnya aku rasa ini waktu yang tepat.
Sebagai manusia yang dirindukan masyarakat. Beragam ide aneh mulai bermunculan.
Okay, aku pilih satu asal terkabul. Itu tuntutan yang aku minta ke Allah. Salah
menuntut Allah? Lah.. aku hamba cinta-Nya. "Bagaimana aku takut miskin,
sedangkan aku hamba dari Yang Maha Kaya?" Ya Allah dalam waktu satu bulan
menuju UAS (ujian akhir semester) aku mau ini terkabul. Sebelumnya aku sempat
mengutarakan keinginanku untuk membangun perpustakaan mini di salah satu desa.
Kebetulan ada rumah bapak yang belum sepat kami tinggali. Bisa dibilang masih
kosong meski berpenghuni. 0.0
Terkadang, orang tuan yang kita anggap
sebagai sumber semangat justru bisa mejadi seperti bom atom penghancur mimpi.
Banyangkan ketika kita membangun gedung tinggi menjulang, kuat pondasinya,
justru bisa runtuh karena satu hal kecil. Bahkan orang tua sendiri pun tak
meridho-i. Sedih?. Ya. Boleh berambisi, asal jangan ambisius. Entah apalah yang
dikatakan motivator mereka hanya cakap
dalam genggaman mic lantas pulang membawa duit. Man Jadda Wa Jadda. Aku
lebih percaya pada yang Maha Kekal. Kun faya kun! Cukup semalam deraian air
mata tak terbendung. Esok hari baru yang harus di lewati. Bangkit! bukan
diratapi. Ambil pelajaran dari setiap kegagalan.
Tepat 2 Mei 2017, para pendekar ilmu
mereayakan hari besarnya. Aku rasa ini waktu yang ttepat. Entah mengapa disaat
disibukkan tumpukan kertas, celotehan ku justru menjadi ambisi berikutnya.
"Bagaimana jika kita mengadakan donasi buku?" tanyaku pada seseorang disamping.
"Bagus" singkatnya. "Ok, Jumat pamplet jadi" seolah
meyakinkan.
Pamplet sederhana perpaduan ungu, putih merah
menandakan semangat kami berkontribusi membangun bangsa. "Bagi teman-teman
yang punya buku-buku tak terpakai lagi, daripada numpuk dirumah mending kita
donasikan. Bagi yang ingin donasi, bisa melalui saya, All kind of books!."
teriak depan kelas. Jangan tanya siapa yang rajin promote, menempel pamplet di
mading kampus, dari lisan ke lisan demi mendapatkan satu buah buku.
Tak kenal malu meski sedikit gugup, ku
beranikan diri untuk menawarkan project ini kepada salah satu dosen. Kebetulan,
dosen satu ini sangat luar biasa, meski usianya senja, semangat belajar
mengajarnya layak sunrise ufuk timur siap menerangi semesta. Berambisi.
Mendengar hal itu, beliau bersemangat dan siap mendonasikan buku hasil karyanya
sebanyak 5 buah. Meski donasi, buku yang beliau berikan padaku masih dalam
keadaan mulus dan pastinya bermanfaat. Hasil karyanya tak pernah mengecewan,
bahkan beberapa diantaranya pernah sukses di terapkan di negara luar.
satu minggu, dua mimggu. Berapa banyak buku
yang terkumpulkan? Jangan harap aku menyiapkan box banyak, cukup satu,
satu. Kalian tau box air mineral? seperti itu. Tidak lebih. Yang
terkumpul sekitar 23-25 buku. Lupa -.-
Sedikit? ya. Satu orang ini berusaha mencari
kesana kemari adakah yang rela menyumbangkan bukunya untuk generasi bangsa kita
yang membutuhkan? Syukur-syukur ada yang ingin mendonasikan, Alhamdulillah.
20 Juni 2017, cuussss saya beserta 5
orang lainnya menuju MTs. Al-Hidayah Karangmangu. Malu, semangat jadi satu tak
bisa aku bedakan. Lillahita'ala. Sampai di tempat tujuan. Tepatnya ada sebuah
pentas. Ternyata pesta perpisahan. 30 menit menunggu. Kami melakukan diskusi
kecil dengan Kepala Sekolah. "Baik, pemberian donasi akan dimasukkan dalam
acara." Whatthe! Di atas panggung prakata disampaikan, oleh
Maesyaroh Siti tentunya -.- di akhiri dengan "semoga sedikit rezeki ini
bisa bermanfaat bagi semua.. Aamiin "
Masih banyak moment yang ingin ku torehkan
disini, tak menarik mungkin. Syukur saja bila ada yang berkenan membaca.
Perjuangan belum usai. Project berikutnya, tentu akan lebih bermanfaat ^^.
Disini aku ingin sampaikan bahwasanya selagi ada keinginan pasti ada jalan.
Setiap langkah yang kita tempuh upayakan selalu atas nama Allah SWT semata.
Maka akan dipermudah oleh-Nya. Meski perpusatakaan mini belum sempat aku
rintis, namun percaya, ini adalah awal. I can change my way, but not my
dream. -MG


Komentar
Posting Komentar