Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2017

Ruang Iklan

Ranting Tak Seirama

Kala langkah tak lagi senada Kau dan aku berbeda arah  Melingkar sudah janji manis di jari Justru akulah yang mengingkari Ranting, aku tak hilang Hanya saja bermuara ke batu karang Biarkan arus ini yang membawaku Meski harus menghantam batu Jarak kami begitu dekat Lantas serasa tersekat samudera Bukankah sumpah telah terikat? Luka hati layak di sandera 
Social Teaching  Apalah arti menuntut ilmu jika tak berguna bagi sekitar. Itulah ambisi ku menyeberang ke perguruan tinggi. 2 Mei 2016, saat itu tepat peringatan Hari Pendidikan Nasional yang sering disingkat Hardiknas. Momen yang seharusnya diisi suka cita serta menyambut nya dengan semangat tinggi, justru tragedi berdarah terjadi. Mulai dari pembunuhan seorang dosen di Medan, pembunuhan mahasiswi di Yogyakarta bahan hingga kasus pelecehan seksual antara dosen dan mahasiswi. Sungguh ironis, perjuangan pendidikan yang skandal justru menyumbang pita hitam di hati para pendekar ilmu. Sebagai jiwa kawula muda, bukankah kami yang akan meneruskan perjuangan bangsa ini? Tepat pada Hardiknas, aku di telfon oleh dosen ku yang begitu aku segani. Ibu Dr. Weti  Sebelumya, aku sempat mengutarakan keinginan ku akan mengajar. Jika dipikir-pikir, sulit menang jika harus mengajar di masa semester 1. Hingga akhirnya, beliau memutuskan untuk memberikan ku peluang mengajar di rumahnya k...
Ma'had Story Hari ke-5 di Ma'had Al-Jami'ah Bangun pagi dibangkitkan oleh alarm atau pun ibu memang sudah biasa. Selama empat bulan kedepan, setiap hari pukul 03.00 pagi toa bergemuruh. Ia toa. Semacam corong yang gak begitu besar tapi suaranya naudzubillah. Apalagi ketika corong itu bergema di dalam ma'had pukul tiga pagi. Siapa juga yang bisa tidur dalam kondisi super gaduh? Memang, suara yang dilantunkan adalah ayat-ayat suci Al Qur'an dari seseorang. Meski begitu, yang namanya berisik, tetap saja berisik. Mau tidak mau, 3.30 pagi cuusss pergi mandi. Jangan tanya mandi disana seperti apa, gak jauh berbeda seperti asrama-asrama lainnya. Bisa disebut, ma'had ini serupa asrama pesantren gitu. So, 3.30 pagi ke kamar mandi ya gak ada siapa-siapa. Takut? Mau balik? Jangan dulu! Ini ma'had. So, kalo mau balik kanan, mau ga mau kamu ga akan dapat air nanti. Jangan sampe deh ke kampus ga mandi. Biasanya, musyrifah membangunkan aku dan teman-teman untuk me...