Ruang Iklan

Sok Puitis Rindu

Alahmdulillah aku telah dipertemukan kembali bulan Ramadhan. Adakah bulan yang lebih indah, lebih mulia, lebih khidmat dari bulan ini? Segala keberkahan dicurahkan oleh Sang Khalik pencipta semesta alam. Tak lepas pendengaranku in tatkala hampir setiap detik tak berhentinya terdengar lantunan ayat suci-Nya di segala penjuru arah. Malam dimana kau tak pernah menemukannya di malam-malam sebelumnya. Diberbagai belahan bumi pun merayakan.
Berhentilah berpikir bahwa bulan ini menyulitkan bagi manusia. Sesungguhnya Allah telah memberikan kemudahan bagi kita semua, Q.S Al Baqarah :185. Hujan rintik disepertiga malam ini merupakan anugerah besar dari-Nya untuk kita semua. Disanalah terdapat pelajaran bagi orang-orang berpikir. Hujan tak begitu lebat, cukup menyejukkan hati ini. Jika saja telinga ini mampu mendengar bahwa maksimum pendengaran tingkat tinggi, aku percaya, rumput segar depan rumahku sedang sibuk bertasbih menyerukan nama-Nya.

Ramadhan Kareem. Ungkapan suka cita yang ku tunggu. Tak ada yang berbeda di bulan Ramadhan sebelumnya, masih sama mulia, khidmat dan malam penuh berkah. Entah mengapa, justru kehadiran seseorang yang ku tunggu justru membelenggu palung hati. Hilangkah ia? atau justru lupa? Pesan yang tak begitu penting. Bahkan semua orang mampu mengucapkannya. Berbeda. Itu yang kurasa. Terimakasih ya Allah, Engkau masih menyelipkan rasa malu pada diri ini. Aku tak mampu memulainya. Sulit. Aku hanya berharap ia baik-baik saja disana. Pesan terakhir yang ku dapat, tak cukup mengobati rindu ini. Inikah rindu yang sesungguhnya? Tidak. Ini belum seberapa jika dibanding rindu ku pada Sang Pemilik Hati, Sang Khalik. Meski begitu, cukup menyakitkan memang. Ramadhan Kareem, dari ku untuk mu.

Haruskah ku mengakhiri rindu tak berujung ini? 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

3 Alasan Mengapa Kamu Harus Berbagi di Bulan Suci Ramadhan

Menembus Impian