Untukmu yang ku rindukan
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Salam
kenal, ini anak Adam yang Kau ciptakan 19 tahun yang lalu. Hari ini ku
nyatakan, aku sangat bahagia dan erindu pada-Mu. Ingatkah engakau ketika
pertama kali kau lontarkan janji padaku? Kau yang menciptakan ku , Yang Maha
Mulia, Maha Pengasih dan Penyayang. Jika aku sudah di bumi nanti, adakah
seorang insan yang mencintaiku layaknya Engkau mencintai ku?
Aku
takut… aku sadar dunia begitu kejam. Aku takut tak aka nada yang melindungi ku
disana. Namun janji Mu adalah benar. Ketika aku di telah diciptakan, kau akan
menitipkan ku pada dua orang malaikat pilihan. Mereka lah yang akan menjagaku,
mengasihi, menyayangi, melindungi dan mecintaiku layaknya kau perlakukan itu
padaku dulu. Dengan begitu, aku tak perlu khawatir. Waktu yang dijanjikan tiba.
10 Februari 1997, “ALLAH..” itu adalah kata pertama yang aku dengar.
Namanya
begitu indah, menenangkan hati. Kuraakan dekapannya penuh ketulusan, inilah
janji-Mu.
Anak
Adam itu kini telah dewasa. Ku katakana, mereka sangat mencintaiku. Ya Allah..
aku sangat beruntung bisa bersamanya. Hingga susatu saat, aku melukai hatinya.
Hatinya hancur, patah, pecah tak seperti dulu.
Dia tak lagi menyapa ku. Senyum indahnya tak lagi ku lihat, suara
lembutnya tak lagi ku dengar. Dia ada, namun tak terasa. Kini hatinya di penuhi
duri. Kursa, salah satu dari mereka membenciku… Ya Allah.. malaikat yang
bersamaku kini tak seperti dulu. Layaknya monster yang menakutkan , menatapkun
aku tak sanggup. Kali ini aku yakin, ia membenciku. Ya Allah.. tak ada niat
sedikit pun di hawti suci ini utnuk melukai dan menyakitinya.
Masa
hidupku di bumi terus berkurang. Sampai kapan aku di benci seperti ini? Wahai
malaikat ku.. aku ini hanya titipan Allah. Dimana suatu hari Allah akan
memanggilku kembali tuk pulang, hingga kita tak bisa saling jumpa. Tidakkah kau
meminta ku tuk kembali? Sebelum Ia datang menjemputku. Aku sadar aku tak bisa
memberimu harta yang melimpah, menjadi orang lain seperti yang kau inginkan.
Namun, dalam untaian do’a yang kupanjatkan, percayalah.. namamu yang tak bosan
selalu ku sebut. Ku tawarkan padamu, aku bisa menjadi saksi kelak di akhirat
nanti. Dan ku tlah nyatakan nyatakan pada Sang Khaliq bahwa kau begitu, semoga
surge ada pada dirimu, aamiin.. aku meminta padaNyaagar kau selalu dalam
lindungan, keselamatan, kebahagiaan dan keridhoanNya.
Malaikatku..
lepaskanlah duri yang menancap dan menusuk hatimu. Itu hanya akan menyakitimu.
Aku tau, memang begitu sakit. Biarlah
Allah yang menyembuhkan dan membalas semua ini. Sebelum ku pergi menemuiNya,
kun ingin melontarkan perasaan yang begitu tulus sejak pertama kau mendekapku.
Aku mencintaimu karena Allah.
wassalamualaikum..
Komentar
Posting Komentar